About last school

Dulu aku sama sekali tidak suka berada disekolah itu,,

Sekolahan yang menurut aku,berlebihan..
Sekolahan yang tidak sesuai dengan keadaan diriku saat itu,,saat usaha ortu aku mengalami titik puncak kehancuran.
Sekolahan yang mewah,,, serba brandit..dan aku  sangat tidak sukla dengan sekolahan itu..

semua serba bermerek…
tiada hari tanpa hura-hura,,,
sial nya aku berada di kelas komunitas anak kaya…
dan aku sangat membenci kelas ku…
aku tidak suka dengan gaya hidup anak-anak disekelilng ku..
dan aku tidak bisa merasakan kenikmatan disekolah itu..

sampai pada akhir nya aku naik kelas,,kelas 2 SMP..
bersyukur aku saat kelas 2, aku terpisah dengan kawan ku,,
saat kelas 2 aku mendapat banyak kawan baru.. yah sekolahan saya terdapat 5 kelas untuk tiap angkatan.,
.
sampai pada akhirnya,, ada siswa baru,, dan aku bertemu dengan dia,,:)
dia anak baru namun membuat aku bersemangat untuk bersekolah..
yah melihat muka nya di kelas membuat aku sedikit melupakan masalah yang ada di rumah..
membuat aku semakin sadar apa yang harus aku raih dan aku kejar,,
.
dia kawan yang membuat aku bersemngat dan penuh inspiratif…

aku dulu, tidak tau sama sekali yang nama nya belajar,,

bagaimana belajar yang baik,, bagaimana meraih cita-cita, bagaimana mimpi itu di raih…
sama sekali tidak tau…
namun semua berubah,,, sejak kehadiran dia,,,

iya,, aku mengenal dia lelaki yang tegas dan cerdas,,,
berkulit putih,, bibir merah tipis,,,
kumis yang cukup lebat…gendut memang dia,,,
tapi aku suka dengan gaya dia, cara berfikir dia..
ketegasan dia,,
.
alhamdulilah,,, sejak mengenal dia aku sangat bersemangat untuk belajar,
aku tau arti mimpi, tau arti cita-cita…
pertemuan aku dengan dia memang sangat singkat.
yah,,, terakhir aku bertemu dengan nya tanggal 5 juli 2004.
setelah itu,, sampai sekarang aku tidak pernah bertemu dengan nya..
enatah bagaimana kabar dia sekarang,, dimana dia sekarang..
yang jelas aku rindu sekali dengan masa-masa indah itu..
masa diamana aku bersekolah, dan mengikuti lomba cerdas cermat dengan nya,, 1 tim dengan nya..
aku rindu berdebat dengan dia saat diskusi kelompok..
aku rindu dengan kenangan itu..
memang tiada pembicaraan romantis, atau private dengan dia..
tiada yang mewah. dan istimewa…
namun berdebatn kecil dan kerja sama kecil dengan dia..
sangat aku rindu kan…
entah,, di tahun berapa aku bertemu dia lagi,,,
5 tahun lagi, 10 tahun lagi.. atau mungkin pertemuan aku dengan dia berakhir di tahun 2004..
aku tak tau..

.
Sejak mengenal dia,, aku tau bagaimana meraih cita-cita,, aku tau bagaimana belajar yang baik,,
memang dia tidak pernah mengajarkan aku secara detail,

namun dengan sikap nya yang mampu memberi contoh pada orang-orang sekelilingnya..
.
dia yang awalnya dianggap lelaki sombong,, tetapi tidak bagi saya..
di mata saya dia bukan lelaki yang sombong,,
dia lelaki yang memiliki jiwa leadership…

Advertisements

Metode penghitungan tingkat kekerapan dan tingkat keparahan cedera akibat kerja di pertam bangan umum

1. Ruang lingkup
Slandar inimeliputi acuan, definisi, cara penghitungan tingkal kekerapan, cara penghitungan
tingkat keparahan cedera, dan cara penghitungan tingkat kejadian akibat kerja di
pertambangan umum.

2 .Acuan
ANSI 216.1 .I 973 American National Standards Institute. Method of Recording and
Measuring Work injury Experience.

3 Definisi
3.1 cedera akibat kerja
cedera yang dialami oleh seseorang yang diakibatkan oleh kegiatan pekerjaan atau diakibatkan oleh lingkungan kerja

3.2 penyakit akibat kerja :
penyakit yang diderita akibal pernaparan terhadap lingkungan kerja

3.3 Kecelakaan kerja: kejadian yang tidak dikehendaki, tidiak terencana dan tidak terkendali yang rnengakibatkan cedera pada pekerja

3.4 kecelakaan tambang : kecelakaan kerja yang terjadi pada kegiatan usaha pertambangan yang memenuhi kelima
kriteria ini : kecelakaan benar-benar terjadi, mengakibatkan cedera pada pekerja tarnbang atau orang yang diberi izin oleh Kepala Teknik Tambang, terjadi pada jam kerja dan dalam wilayah kegiatan usaha pertambangan atau wilayah proyek serta terjadi karena hubungan kerja.

 

3.5 mati (fatal) : kematian yang diakibalkan oleh kecelakaan kerja yang tidak tergantung pada saat kejadian atau kapanpun letapi akibat meningkatnya keparahan cedera akibat kecelakaan

3.6 Cacat tetap (permanent disability)
cedma yang bukan berak!bal rnati tetapi berakibat ketidakmampuan tetap atau berkurangnya maupun kehilangan sebagian atau seluruh fungsi pada bagian tubuh tertentu
(seperti sebelah kedua mata, tangan/lengan, kaki) dan amputasi serta dislokasi. Cedera ini tidak lerrnasuk hilangnya kuku jari tangan kaki, hilangnya ujung jari tangan kaki tetapi tidak terkena tulang, hilang bentuk / tampak rnenjadi jelek, keseleo yang tidak berakibat keterbatasan gerak yang tetap

3.7 cedera tiilang waktu kerja (lost time injury)
semua cedera akibat kecetakaan tarnbang yang rnengakibatkan korban tidak mampu melakukan tugas sernula pada gilir kerja berikutnya berdasarkan keterangan dari dokter yang ditunjuk oleh perusahaan

3.8 cedera rawat medis (medical aid injury)
cedera akibat kerja yang tingkat keparahannya memerlukan perawatan dari dokter atau juru rawat dibawah pengawasan dokter atau rnernerlukan perawattan mnelebihi kemampuan
petugas PPPK dan dikink rumah sakit/klinik (misalnya memerltukan jahitan atau X-ray dll)

3.9 cedera pertolongan pertama (first aid injury)
cedera ringan yang cukup rnendapat perawatan dari patugas Pertolongan Pertarna (PPPK)
di lokasi kerja atau oleh juru avial di rurnah sakit klinik yang tidak rnernerlukan perawatan dokter
3.10 jam pemaparan
jam kerja karyawan diambil dairi jam yang telah terpakai untuk bekerja terrnasuk jam lembur (tidak terrnasuk perkaliannya) yang dicatat dibagian pengupahan (jurubayar /payrol). jika ha1
ini tidak mernungkinkan maka dapat diperoleh dengan  perkiraan juinlah hari kerja karyawan dikalikan dengan jumlah jam kerja perhari; jumlah hari kerja karyawan untuk suatu periode
adalah jurnlah hari karyawan tersebut berada diternpat kerja tidak termasuk sakit, cuti atau ijin dengan atau tidak dengan upah.

4. Metode penghitungan tingkat kekerapan hilang waktu kerja (Frequency Rate)
Penghitungan tingkat kekerapan (FR) cedera hilang v~aktu kerja (HWK) adalah jurnlah cedera HWK untuk setiap 1.000.000 jam kerja dibagi dengan jumlah jam pemaparan dalam periode tersebut. Penghitungan tingkat kekerapan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut .

 

tingkat kekerapan

5. Metode penghitungan tingkat keparahan hilang waktu kerja (Severaty Rate).

Penghitungan tingkat keparahan (SR) cedera hilang waktu kerja adalah jumlah 1 ‘hari pembebanan” (days charged) untuk setiap 1.000.000 jam dibagi dengan jumlah jam pemaparan dalarn periode tersebut. Penghitungan tingkat keparahan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut :

Tingkat keparahan

CATATAN: Pernbebanan 1 hari hilang waklu kerja (days charged) adalah :

– semua hari kalender (penuh) korban tidak masuk keja karena keparahan cedera {ermasuk hari libur resmi ataupun hari libur kerja (day off). Hari tersebut tidak termasuk hari korban mendapat cedera dan hari ia kernbali kerja.

– jumlah hari yang dibebankan karena tingkat keparahan ditentukan pada tabel di Lampiran A.

k3 about

K3 (Kesehatan dan keselamatan kerja)

K3 memang tidak menghasilkan produk, tapi dia support dari segala majemen yang ada di setiap perusahaan, dimana sasaran k3 adalah

  1. Melindungi para pekerja dan orang lainnya di tempat kerja (formal maupun informal).
  2. Menjamin setiap sumber produksi dipakai secara aman dan efisien.
  3. Menjamin proses produksi berjalan lancar.

Adapun peran K3 dalam unit usaha adalah

  1. Sebagai ”Loss Control” untuk mengendalikan kerugian / efisiensi operasi.
  2. Sebagai ” Compliance agent” untuk menyakinkan terpenuhinya norma-norma dan peraturan K3 dalam perusahaan.
  3. Sebagai ”advisory Body” terhadap unit usaha/ care buisnies dalam menggalakan k3.
  4. Sebagai “ Tool of Management” dalam menjalankan fungsi kontrol khususnya aspek k3 pd perusahaan. Continue reading